Label

Jumat, 23 Oktober 2020

Menyikapi Pernyataan Agama yang Tidak Masuk Akal Tentang Perempuan

Semasa sekolah, kami pernah disuruh guru bahasa Inggris untuk menyampaikan argumen di kelas dengan tema kira-kira begini: perempuan tidak perlu keluar rumah, biar laki-laki saja yang bekerja. Siswa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama harus menyiapkan kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang menyatakan kalau mereka setuju perempuan tidak usah bekerja. Sedangkan sisanya menyanggah kelompok pertama, menyatakan pendapat bahwa mereka tidak setuju perempuan dilarang keluar rumah.  

Kebetulan saya kelompok penyanggah yang tidak suka orang melarang perempuan bekerja. Saat itu memang saya dan teman-teman perempuan lainnya berpikiran sama. Bukankah itu melanggar hak asasi manusia? Tidak adil kalau laki-laki bebas kemana-mana sedangkan perempuan harus tetap di rumah. Ini namanya diskriminasi terhadap perempuan. Peraturan yang norak, kampungan, dan kuno sekali. Kita kan sudah berada di zaman kebebasan. Dan ada pula istilah yang digaung-gaungkan di media yaitu emansipasi wanita yang menuntut kesetaraan antara pria dan wanita. Ini juga cukup mempengaruhi pikiran kami.

Sedangkan kelompok pertama tetap bersikukuh dengan pendapat mereka yang berseberangan dengan saya. Perempuan keluar rumah itu ibarat kiper maju, nanti siapa yang menjaga dan mengurus rumah. 

Akhirnya terpaksa kami berbicara bahasa Inggris meskipun terbata-bata dan dengan kosa kata yang ala kadarnya. Lantaran tidak mau kalah melawan kelompok sebelah. Saya tahu maksud guru kami bukan untuk menunjukkan siapa yang benar dan salah, namun untuk melatih kemampuan berbahasa murid-muridnya.

***

Beberapa tahun lalu saya lihat di berita TV bahwa wanita di Arab Saudi tidak diizinkan mengendarai mobil sendiri. Namun saat itu kepolisian Arab Saudi telah mulai membolehkan wanita menyetir dan memiliki SIM. Meskipun hal itu mendapat pertentangan dari ulama Saudi.

*** 

Ketika kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) salah seorang teman saya merupakan anggota organisasi keagamaan di kampus. Katanya laki-laki di organisasi itu melarang perempuan menjadi mc sebuah acara, begitu pula untuk membaca al-Qur’an di depan orang banyak tidak usah perempuan, biar laki-laki saja. Pemikiran kami, kok perempuan tidak boleh tampil di acara ya, emang apa salahnya. 

***  

Tapi lama kelamaan saya menemukan jawabannya. Apa yang menurut saya dulu tidak masuk akal sekarang sudah mendapat pencerahan. Hal itu mulai saya dapat setelah tidak sengaja membaca postingan keagamaan yang diupload orang lain di sosial media. Di sini terdapat banyak sekali penjelasan, hadis-hadis, dan perkataan ulama yang belum pernah saya temukan sebelumnya. Ini salah satunya: 

إِنَّ الْمَرْأَةَ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ فَتَقُولُ: مَا رَآنِي أَحَدٌ إِلا أَعْجَبْتُهُ، وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ إِلَى اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا

Dari Abdullah, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.”

(HR. Ibnu Khuzaimah no. 1685 dan Tirmidzi no. 1173. Syekh Al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Islam sangat memuliakan perempuan. Perempuan dijaga dan dilindungi sebai-baiknya. Disuruh berpakaian tertutup, dijauhkan dari keadaan yang mudah dilihat oleh sembarang orang. Semua itu untuk menjaga umat dari fitnah. Ulama Saudi tentu bukan orang yang bodoh, mereka adalah orang yang takut kepada Allah. Mereka sangat paham hukum agama. Tidak ada maksud untuk melarang wanita bepergian tanpa mahrom kecuali untuk menyelamatkan wanita. 

Akan tetapi ulama tidak serta merta melarang seluruh perempuan keluar rumah.Perempuan masih diperbolehkan keluar dan bekerja di rumah dengan syarat-syarat tertentu. Misalnya mengajar yang memang dibutuhkan tenaga pengajar selain laki-laki. 

Kalau kita terus menerus memikirkan agama dengan akal. Akan banyak sekali ditemukan perkara yang tidak masuk akal oleh sebagian orang. Contohnya:

kenapa berlaku hukum qishos, pembunuhan dibalas dengan bunuh juga. Menurut akal itu adalah kejam. Padahal itulah keadilan dalam Islam.

Kenapa kalau kentut wudu batal, disuruh wudu lagi. Tapi yang dibasuh malah muka, tangan, kaki. Apa hubungannya?

Orang yang berpegang teguh dengan pendapat yang salah bisa meninggalkan keyakinannya lantaran menemukan pendapat lain yang lebih kuat dan dipercaya.

Jadi ternyata pernyataan agama yang tidak masuk akal, bukan agama yang salah, tapi saya lah yang kurang belajar, jarang baca hadis. 

Perjuangan imam ahli hadis dalam mencari kebenaran, mereka telah berkeliling ke berbagai negara, menemui ribuan guru, dan menulis dengan sangat hati-hati. Hingga sampailah ilmu itu kepada kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk  tidak percaya. Karena agama kita tidak ditaati hanya karena masuk akal, tapi karena kita percaya (iman).

Tidak sepantasnya kita membandingkan hukum agama dengan akal kita yang lemah. Kewajiban kita hanyalah taat. Saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberitakan peristiwa isra’ mi’raj, orang-orang banyak yang tidak percaya. Tentu saja pergi ke luar negeri (masjidil aqsho di palestina) ditambah ke langit dalam satu malam saja adalah hal yang tidak masuk akal. Bahkan tak jarang beliau dituduh sebagai orang gila lantaran mendakwahkan Islam yang menurut mereka tidak masuk akal.

Namun apa yang terjadi pada para sahabat? Mereka juga manusia yang berakal, tapi langsung percaya saja apa yang rasulullah sampaikan. Mereka tidak pakai akal tapi iman. 

Ketidakmasuk akalan hukum agama bisa bertambah rumit jika kita umat Islam lebih banyak membaca buku yang ditulis oleh orang-orang non muslim berpemikiran liberal, sekuler, maupun pluralism. Jika kita lebih membiarkan anak-anak dan remaja di sekitar kita menonton televisi di bandingkan membaca sejarah nabi, sahabat, maupun ulama. 

Kebingungan juga bisa terjadi jika kita bertanya tentang agama pada orang yang tidak tepat. Menjawab persoalan agama menurut perasaan tanpa mengetahui dalil besumber dari al-Qur’an, hadis, maupun ijma’ ulama. Jadi sangat penting sekali membaca dan mendengar ilmu agama dari orang yang jelas mengambil sumber dari mana.

Senin, 21 September 2020

Cerita Daftar CPNS

Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah satu pekerjaan yang dianggap bagus oleh para orang tua. Karena gajinya lumayan, tetap, dan jelas tiap bulan ada. Negara yang bayar plus tunjangan transportasi, anak, beras, dan lain sebagainya. Kalau udah pensiun sekalipun tetap dikasih dana dari pemerintah. Enak juga ya.

Beda dengan pengusaha, penghasilan belum jelas, dan tidak terjamin sampai beberapa waktu ke depan. Iya kalau bisnis laku, kalau nggak?

Karena itu setiap buka perekrutan cpns orang tua selalu support agar anaknya juga ikut daftar? Bener gak? Berduyun-duyun sarjana yang daftar.

Saya pernah dua kali ikut tes cpns. Pertama pilih formasi di kementerian pertanian sebagai pranata humas ahli pertama bidang holtikultura. Waktu itu saya juga belum ngerti kerjanya ngapain. Yang penting daftar dulu hehe. Udah kebayang kalau berhasil lulus maka dianggap oleh masyarakat sebagai anak yang Misalnya an mapan.

Ujian CAT dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau Jl. Hang Tuah Pekanbaru. Panitia dari orang-orang kementerian Pertanian. Saya perhatikan logo di baju mereka. Alhamdulillah para panitia ini orang yang sangat disiplin dan perhatian dengan jadwal shalat. Sebelum ujian dimulai mereka menyarankan untum shalat Ashar terlebih dulu. Dan ketika telah berada di ruang ujian, panitia yang lain bertanya kembali kepada peserta, sudah shalat Ashar?  Kemudian ia menyarankan kami untuk berdoa.

Soal terdiri dari tiga macam, tes inteligensi umum, ada matematika, bahasa Indonesia, penalaran, dan analogi. Kedua tes wawasan kebangsaan. Yang ditanya tentang undang-undang, kenegaraan, sejarah dan sejenisnya. 

Selanjutnya yang ketiga tes karakteristik pribadi. Nah, kali ini soalnya sangat mudah sekali. Misalnya atasan kita tidak disiplin, maka sebagai bawahan sikap kita adalah? Apakah kita ikut-ikit tidak disiplin, karena atasan saja sudah begitu. Atau tetap disiplin karena kita orang yang berdedikasi tinggi. Pilih yang mana? Cukup mudah bukan? Akan tetapi banyak yang terjebak ketika menjawab soal kepribadian seperti ini. Perasaan sudah benar, eh ternyata salah. Karena jawaban terlalu jaim juga bisa salah hehehe..

Namun ternyata perjuangan masih panjang. Yang daftar beribu-ribu, yang diterima cuma hitungan jari. Singkat cerita saya pun gak lulus.

Tahun depan buka pendaftaran lagi. Orang tua masih mendukung. Saya coba urus persyaratan agar bisa ikut tes. Kali ini saya pilih formasi humas di Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Pekanbaru. 

Kali ini tes dilaksanakan di gedung hotel laberasa Siak Hulu, Kampar.
Karena sudah pengalaman menjawab soal tes tahun lalu, jadi saya bisa prediksi soal yang akan dipertanyakan ketika tes komputer berlangsung.

Kali ini saya tidak berharap banyak untuk lulus cpns. Ketika panitia ujian menyuruh peserta berdoa sebelum tes dimulai. Saya gak berdoa agar diluluskan pns. Akan tetapi berdoa seperti doa nabi musa, 
رَبِّ اِنِّيْ لِمَا اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِير
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku membutuhkan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku"

Kalau pns ini pekerjaan yang baik buat saya, maka luluskan ya Allah. Kalau tidak baik ya gak papa saya gak lulus.

 Hasilnya saya bisa menjawab soal dengan poin yang lebih tinggi dari tahun lalu, sedikit lagi mencapai passing grade. Tapi tetap belum lulus.
Alhamdulillah...

Rabu, 13 Mei 2020

Pengertian Akulturasi, Konflik, dan Kontroversi Serta Cara Penyelesaiannya

AKULTURASI
Akulturasi merupakan suatu proses yang timbul apalabila kelompok2 manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur2 dari kebudayaan asing. CONTOH : Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan India dan kebudayaan Indonesia.

Konflik
Konflik berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.contohnya konflik antara masyarakat dan pihak PTPN V yang merebutkan lahan perkebunan.

Kompetisi
Persaingan (kompetisi) dalam suatu komunitas dapat dikelompokkan menjadi dua jika dilihat dari asalnya yakni persaingan yang berasal dari dalam populasi jenis itu sediri yang disebut intraspesifik dan persaingan yang berasal dari luar populasi tersebut yang disebut ekstraspesifik. Contohnya kompetisi antar provinsi dalam perlombaan tilawatil Qur’an, demi meraih gelar juara dan piala bergilir.

Kontroversi
Kontroversi (bahasa inggris; controversy) kata benda sinonim dengan kata pertentangan, perdebatan atau persengketaan.  Kontroversi berarti ada 2 sudut pandang yang berbeda dalam memaknai atau mengartikan sebuah kejadian, ide atau yang lainnya. Sesuatu yang kontroversi seringkali tidak disukai karena dianggap membuat keributan.
Sebut saja Ketua DPR-RI Marzuki Ali yang baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang dinilai kontroversial tentang “perlu tidaknya KPK” atau - kalau menurut analisa saya - dapat pula disebut “pembubaran KPK”. Pernyataan itu menimbulkan kontroversi karena sebagian orang menyatakan bahwa justru KPK masih dinilai penting untuk pemberantasan korupsi. Muncullah perdebatan atau pertentangan tentang hal tersebut yang menghiasi pemberitaan berbagai media masa.Ujung-ujungnya, muncullah gerakan politik di Senayan untuk meminta pertanggung jawaban politis. Pernyataan berujung tuntutan mundur dari jabatan.

Salah satu cara menyelesaikan masalah/ konflik melalui akomodasi.

Akomodasi
Akomodasi adalah sebagai upaya penyelesaian konflik memiliki delapan bentuk :

1.Coercion(koersi),
Koersi yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. Hal ini terjadi disebabkan salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah sekali bila dibandingkan dengan pihak lawan. CONTOH: perbudakan. Contoh lain, siswa SD yang diwajibkan membayar uang buku sekolah yang sangat banyak jumlahnya.

2.Compromise (kompromi)
Compromise yaitu suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya agar dicapai suatu penyelesaian terhadap suatu konflik yang ada. Sikap untuk dapat melaksanakan compromise adalah sikap untuk bersedia merasakan dan mengerti keadaan pihak lain.
CONTOH : perjanjian antar negara tentang batas wilayah perairan, seperti negara Jepang dan Korea Selatan.

3. Arbitration (arbitrasi),
Arbitrasi yaitu cara mencapai compromise dengan cara meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang berkedudukannya lebih dari pihak-pihak yang bertikai.
CONTOH: konflik antara buruh dan pengusaha dengan bantuan suatu badan penyelesaian perburuan Depnaker sebagai pihak ketiga.  contoh lain konflik antar dua orang siswa di sekolah yang diselesaikan oleh guru BK.

4. Mediation (mediasi),
Mediasi yaitu cara menyelesaikan konflik dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang netral. Pihak ketiga ini hanyalah mengusahakan suatu penyelesaian secara damai yang sifatnya hanya sebagai penasihat. Sehingga pihak ketiga ini tidak mempunyai wewenang untuk memberikan keputusan-keputusan penyelesaian yang mengikat secara formal. Contohnya perceraian suami istri di pengadilan
 
5. Conciliation (konsiliasi)
Konsiliasi yaitu suatu usaha mempertemukan keinginan-keinginan pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai persetujuan bersama.  CONTOH: pertemuan beberapa partai politik di dalam lembaga legislatif (DPR) untuk duduk bersama menyelesaikan perbedaan-perbedaan sehingga dicapai kesepakatan bersama.

6.Toleration(toleransi),
Sering juga dinamakan toleran-participation yaitu suatu bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal. Contohnya: beberapa orang atau kelompok menyadari akan pihak lain dalam rangka menghindari pertikaian. Dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah “tepa selira” atau tenggang rasa agar hubungan sesamanya bisa saling menyadari kekurangan diri sendiri masing-masing. CONTOH : Pada bln puasa,umat yg tidak berpuasa tidak makan di sembarang tempat. Contoh lain, ketika tetangga sedang sakit dan butuh istirahat, maka tidak boleh membunyikan musik dengan suara keras.

7.Statlemate
Statemate adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang bertikai atau berkonflik karena kekuatannya seimbang kemudian berhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan. Dalam istilah lain dikenal dengan “Moratorium” yaitu kedua belah pihak berhenti untuk tidak saling melakukan pertikaian. Namun, moratorium bisa dilakukan antara dua belah pihak yang kurang seimbang kekuatannya.contohnya perlombaan dengan hasil akhir seri.

8. Adjudication (ajudikasi)
adjukasi adalah suatu bentuk penyelesaian konflik melalui pengadilan. Kedelapan bentuk akomodasi di atas bisa dipilih untuk dilakukan dalam menyelesaikan konflik di masyarakat yang sangat beragam. Hal ini diperlukan agar proses konflik khususnya yang terjadi pada masyarakat dengan tingkat kemajemukan tinggi seperti Indonesia, tidak bisa mengarah pada situasi disintegrasi bangsa.CONTOH : menyelesaikan suatu perkara di pengadilan.    

Selasa, 10 Maret 2020

Orang yang Suka Senyum

Pernah ketemu gak sama orang yang bawaannya senyum.... aja.
Tiap jumpa kita dia mesti senyum.
Kalau orang menyebut nama dia kita terbayang wajahnya sedang tersenyum, karena saking seringnya dia senyum.
Belum lagi dia ngomong apa-apa, baru liat wajahnya aja udah buat senang.
Biasanya mereka yang begini temannya banyak.

Pernah ketemu yang kaya gitu?
Saya sering, bukan satu atau dua orang. Banyak.
Dan itu didominasi oleh murid-murid saya.
Beberapa di antara mereka itu punya wajah yang berseri-seri.  
Melihat seorang saudara kita yang tersenyum sudah cukup meringankan beban pikiran.
Apalagi kalau yang senyum itu sepuluh orang.
yuk lah kita senyum. Hati lapang pikiran tenang, dapat pahala lagi.

Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.

Kampar, 10 Maret 2020 :)

Chronemics, Defenisi dan Contohnya dalam Hight Context dan Low Context


            Ada lima kategori Komunikasi Non Verbal, salah satunya adalah Chronemics. Jelaskan secara definisi dan buatlah contoh perbedaannya dalam High Context dan Low Context.

            Chronemics refers to the use and meaning of time. ( for example, in some cultures, lateness is a cause for insult; in others, it is accepted.)
chronemics adalah bagian dari komunikasi nonverbal mengenai budaya suatu bangsa dalam penggunaan waktu. ada negara yang sangat disiplin dalam penggunaan waktu, contohnya Amerika Serikat, mereka punya semboyan “ Time is money “ jadi kedisiplinan adalah hal yang harus diterapkan bagi masyarakat Amerika. sementara disisi lain, ada negara yang cukup santai dengan penggunaan waktu/ kedisiplinan. misalnya saja di Indonesia, keterlambatan seseorang menghadiri acara yang telah beberapa menit lalu dimulai bukan masalah, itu dianggap hal yang biasa-biasa saja.

            Hight context berarti komunikasi nonverbal menyatakan sesuatu tidak secara langsung, makna pesan yang disampaikan akan didapat apabila orang yang menerima pesan tersebut telah memahaminya secara mendalam. atau dapat juga dikatakan dengan menjunjung tinggi nilai kesopanan. misalnya sorang mahasiswa yang terlambat tetap diperbolehkan masuk kelas oleh dosen, dengan mengatakan kamu kesiangan ya, besok jangan terlambat lagi. padahal dosen sebenarnya cukup terganggu dengan mahasiswa yang terlambat ketika kuliah telah dimulai.

            Low contex yaitu maksud dan tujuan seseorang disampaikan secara langsung dan terus terang. misalnya walaupun sudah membayar mahal tiket mengikuti seminar, akan tetapi apa bila terlambat satu menit saja pintu ruang ditutup. akhirnya yang terlambat sama sekali tidak dapat menyaksikan acara tersebut.